Bagansiapiapi,zadanews.com -- Proyek pembangunan box culvert (gorong-gorong kotak) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memicu sorotan tajam. Infrastruktur yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan tersebut diduga mubazir karena dibangun jauh di dalam kawasan terisolir yang belum berpenghuni,senin (12/10/2026).
Berdasarkan laporan warga Bagansiapiapi dan pantauan di lapangan pada hari sabtu 10 Oktober 2026, proyek ini tepatnya menyasar Jalan Sumber Sari, Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko. Posisinya berada jauh di kedalaman kawasan yang sama sekali belum memiliki aktivitas perumahan maupun pemukiman warga setempat.
Di lokasi proyek, terlihat plang nama yang menjelaskan detail kegiatan. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Bina Kawan selaku pihak pelaksana dengan nilai kontrak sebesar Rp183.769.000,00. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rokan Hilir Tahun Anggaran 2026.
Penempatan infrastruktur di area kosong sepanjang Jalan Sumber Sari ini langsung memicu tanda tanya besar mengenai asas manfaatnya.
Warga sekitar dan tokoh masyarakat yang mengetahui adanya proyek tersebut sangat menyayangkan kebijakan penempatan lokasi.
Menurut mereka, pembangunan ini terkesan membuang anggaran daerah secara sia-sia karena manfaatnya belum bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas dalam waktu dekat.
Warga menilai, di tengah keterbatasan fiskal daerah saat ini, anggaran sebesar itu seharusnya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di wilayah padat penduduk yang kondisinya jauh lebih mendesak dan membutuhkan penanganan cepat.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pengerjaan fisik oleh pekerja CV Bina Kawan di lokasi terpantau masih terus berjalan.
Sementara itu, pihak Dinas PUPR Kabupaten Rokan Hilir belum memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi terkait urgensi, perencanaan, dan alasan teknis di balik penempatan proyek di wilayah yang belum berpenduduk tersebut.(Red).
